sid.rensingbat.desa.id_Virus  corona (Covid-19) kini telah menjadi perhatian dunia semenjak 3 bulan lalu. Bermula dari negara Wuhan Cina, virus ini kemudian menyebar hingga lebih dari 180 negara di dunia dengan jumlah ratusan ribu orang yang terinfeksi. Indonesia pun tidak luput dari virus ini dengan kasus pertamanya pada awal bulan Maret lalu yang kini sudah di akhir Maret sebanyak kurang lebih 1.155 kasus.

Berbagai langkah diupayakan guna meredam penyebaran virus ini semakin membesar, mulai dari penyemprotan Desinfektan secara massal di setiap pemukiman warga, Masjid, sekolah, tempat umum juga tak luput dari pencegahan dengan penyemprotan hingga himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Bentuk yang paling mencolok adalah himbauan untuk melakukan aktivitas dari rumah yang kini gencar dengan slogan di rumah aja dengan mengganti aktivitas yang semula mengharuskan di luar rumah menuju tempat kerja, sekolah, kampus, hingga beribadah, kini dialihkan untuk dilakukan di rumah.

Kebijakan tersebut diputuskan oleh Presiden Joko Widodo seperti yang dilangsir dari laman web https://www.goodnewsfromindonesia.id/ guna meminimalisir tingkat persebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Salah satunya adalah dengan Work From Home dan pengalihan metode pembelajaran sekolah dan kuliah secara daring. Dampak dari kebijakan tersebut membuat banyak ruas jalan di berbagai daerah terutama daerah dengan pasien terdampak Covid-19 menjadi lebih lengang dan nampak sepi.

Gejala yang muncul pada orang yang terkena Covid-19 antara lain mirip dengan gejala flu disertai demam hingga penumonia yang dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan hasil medis, masa inkubasi virus di dalam tubuh sekitar 14 hari, yang mana dalam rentang waktu tersebut kemungkinan orang yang terkena Covid-19 masih belum menyadari adanya virus yang bersarang di dalam tubuh namun gejalanya sudah mulai muncul. Upaya #dirumahaja dapat menghindarkan virus pada orang yang telah terkena Covid-19 namun memiliki gejala ringan tidak menular pada orang lain karena telah mematuhi anjuran untuk ada di rumah saja. Panduan dan prosedur pemeriksaan pasien dengan gejala Covid-19 pun sudah diinformasikan secara masal di daerah-daerah sehingga orang yang memiliki gejala Covid-19 dapat mengikuti panduan tersebut.

Sehingga, upaya untuk tetap di rumah sembari menjaga kesehatan, kebersihan dan tetap waspada merupakan salah satu upaya dalam membantu untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Bagi mereka yang ditetapkan sebagai ODP atau Orang Dalam Pemantauan diharuskan untuk isolasi secara mandiri di rumah, untuk mereka yang menjadi PDP atau Pasien Dalam Pengawasan akan dirawat oleh petugas medis di rumah sakit yang telah ditentukan dan apabila PDP pernah melakukan kontak dengan orang yang positif Covid-19 maka mereka akan diisolasi guna perawatan lebih lanjut. Sementara itu, mereka yang telah positif Covid-19 akan dirawat dengan isolasi di rumah sakit rujukan dengan upaya semaksimal mungkin oleh petugas medis agar virus tersebut dapat mati dan pasien positif dapat sembuh.

Kontribusi bagi yang tidak terkena Covid-19 dan tidak memiliki gejala Covid-19 adalah mengurangi aktifitas di luar rumah dengan melakukan aktifitas yang diperlukan #dirumahaja. Aktifitas di luar rumah dilakukan untuk kepentingan yang mendesak seperti membeli bahan makanan dan tentunya dengan alat perlindungan diri. Upaya tersebut secara tidak langsung dapat melindungi diri sendiri, keluarga dan orang banyak dari persebaran Covid-19. Mari, ikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dengan #dirumahaja untuk membantu memutus rantai persebaran Covid-19 dan membuat negara supaya lekas membaik.

Jika dulu para pejuang bangsa Indonesia berjuang dengan senjata untuk melawan penjajah, maka upaya yang dapat dilakukan untuk berjuang melawan Covid-19 saat ini adalah dengan #dirumahaja dan tetap menjaga kesehatan serta kebersihan.