Keluh Kesah Petani Bawang Desa Rensing Bat

oleh | Feb 3, 2018 | Berita Desa, Pertanian | 0 Komentar

SID Rensing Bat_Harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan drastis. Ini membuat petani mengeluh dan merugi hingga jutaan rupiah, pasalnya harga panen tidak dapat untuk menutup biaya tanam dan membeli bibit.
Petani asal RT 04 Dusun Rensing Bat M.Yasin mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan harga bawang merah anjlok, yakni buruknya cuaca di saat awal tanam dan banyaknya serangan hama membuat pertumbuhan bawang menjadi kurang maksimal, sehingga kualitas yang seharusnya di harapkan tidak mampu menembus harga yang lebih tinggi.

Bawang di sawah banyak yang rusak walaupun banyak cara sudah dilakukan mulai dari penyemprotan dengan inpektisida hingga pengobatan secara tradisional, dari 30 are areal tempat saya tanam dengan benih sekitar 3,5 kuintal, saya hanya mendapatkan uang Rp.1.500.000 saja, itupun saya jual di pengepul diwaktu bawang masih muda, kalau tidak semua akan habis diserang hama. Uang yang saya dapat tidak dapat mengganti biaya tanam dan harga bibit. Yasin mengaku tidak akan jera menanam bawang merah ini karena kegagalan itu baginya adalah jembatan menuju kesuksesan, tutur yasin yang juga menjabat sebagai Kadus Rensing Bat.

Seorang petani, Sapoan warga Tibu jae Dusun Lepok Desa Rensing Bat yang di temuai pemberita juga menceritakan, harga bawang merah kini hanya Rp 4.000 sampai 5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.000 hingga 20.000 per kilogram. Padahal dari segi kualitas, bawang merah kita memiliki mutu yang tak kurang dari bawang lokal lainnya. Saya menanam di areal kurang lebih 40 are dan benih kurang lebih 4 kuintal seharga Rp. 20.000 per kilogram.Biaya tanam, pupuk dan obat obatan untuk areal tersebut kurang lebih Rp 10 juta. Keadaan bawang di sawah banyak yang rusak diserang hama, pengakuan sapoan juga sama dengan Yasin, tidak akan kapok walau hari ini gagal akan menanam kembali tahun depan, sambung oan biasa ia dipanggil.

Dari 7 orang petani bawang merah yang kami temui, pengakuan sama juga disampaikan, 1 orang yang mengatakan tidak menanam kembali tahun depan dengan alasan harga benih tidak sesuai dengan harga jual diwaktu panen. a_m

[jetpack-related-posts]