RENSINGBAT.DESA.ID_Pembacaan Kitab Al-Barzanji merupakan bacaan wajib setiap malam Jum’at di Rensing Bat, Bacaan kitab tersebut terdengar menggema di Masjid dan Mushalla di setiap Dusun di Desa Rensing Bat Setelah selesai shalat Fardu Magrib, Jamaah dan Para santri/santriwati TPQ akan mendatangi setiap Masjid dan Mushalla tanpa harus di panggil atau di undang, mereka sudah tau kalau di setiap malam Jum’at akan di gelar pembacaan kitab Barzanji.

Di Masjid Nurul Islam Desa Rensing Bat dan Mushalla Darussalam Gubuk Madrsah misalnya, Masyarakat, Santri TPQ, Siswa/Siswi Madrasah Tsanawiah NW nomor 2 Rensing dan Siswa/Siswi SDN 3 Rensing mendatangi Masjid dan Mushalla, mereka terlihat Khusu’ membaca setiap baris kitab Al-Barzanji dengan menggunakan pengeras suara.

Seperti yang di Langsir dari qudsiyyah.com, Al-Barzanji adalah kitab karangan Syekh Ja’far bin Husain bin Abdul Karim al-Barzanji. Beliau lahir di Madinah tahun 1690 M, dan wafat tahun 1766 M. Barzanji berasal dari nama suatu daerah di Kurdikistan, Barzinj. Sebenarnya, kitab tersebut berjudul Iqd al-jawahir (yang berarti kalung permata), tapi kemudian lebih terkenal dengan sebutan al-Barzanji.

Kitab ini bertutur tentang siroh Nabi Muhammad yang mencakup silsilah keturunannya, perjalanan hidupnya semasa kecil, remaja, hingga menginjak dewasa hingga diangkat sebagai Rasul. Di dalamnya juga disebutkan sifat-sifat terpuji, keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan berbagai peristiwa yang bisa dijadikan teladan bagi umat manusia. Dengan bahasa yang sarat akan nilai sastra yang tinggi menjadikan kitab ini semakin apik dan enak dibaca.

Pada perkembangan selanjutnya, pembacaan al-Barzanji tidak hanya terdengar saat bulan Maulid saja. Akan tetapi al-Barzanji juga dibaca sebagai sarana tawassul kepada Nabi Muhmmad SAW ketika ada hajat-hajat tertentu. Misalnya saat kelahiran bayi, aqiqah, khitanan dan pernikahan.

Namun begitu, Al-Barzanji tidak hanya dijadikan sekadar bacaan belaka. Yang lebih penting, kitab ini bukanlah kumpukan sajak-sajak yang indah sekadar untuk didendangkan sebagai penghibur hati saja, akan tetapi, isi dan pesan-pesan yang disampaikan pengarang hendaknya dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini tak lain sebagai manivestasi kecintaan kita terhadap baginda Nabi besar Muhammad SAW. (a-m)

Pin It on Pinterest

Share This