www.sid.rensingbat.desa.id – Peringatan hari ke 10 bulan Muharram  (Asyura) tahun 1442 H. Jama’ah masjid Jami’ Nurul Islam Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan pada hari Jum’at (malam Sabtu), tanggal 28/8/2020 yang di hadiri Ketua Pengurus Masjid beserta jajarannya, TGH. M. Wirajaya, Lc, Pengurus Remaja masjid, Tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan Jamaah masjid yang datang sejak menjelang waktu shalat magrib.

Pengurus Masjid Bekerjasama dengan Remaja masjid sejak pagi sudah menyampaikan himbauan/ajakan kepada masyarakat untuk bersedakoh dengan cara mengantar makanan berupa jajanan atau dalam bentuk uang ke masjid untuk di sedekahkan kepada masyarakat/jamaah yang datang ke masjid untuk melaksanakan khotaman Al-Quran pada malam peringatan asyura.

Peringatan Asyura untuk yang pertama kali diperingati ini dilaksanakan dengan khotaman al-quran  di mulai setelah selesai shalat magrib sampai masuk waktu shalat Isya’ yang juga di rangkaikan dengan pemberian sedakoh kepada pakir miskin, anak yatim piatu dan terlantar sebanyak 100 orang yang di serahkan langsung oleh pengurus masjid dan remaja masjid yang mana sedakoh tersebut bersumber dari sedakoh masyarakat desa Rensing Bat yang di kumpulkan pengurus masjid dan Remaja masjid.

Oleh Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim di hari asyura. Bahkan Rasulullah SAW Pada hari Asyura menganjurkan untuk memberi keluasan rizki kepada keluarga kita dengan makanan atau hidangan yang dapat menyenangkan mereka layaknya seperti suasana hari raya yang hikmahnya Insyaallah hikmahnya Allah akan memberikan keluasan rezki kepada kita.

Selain Bersedakoh, Kaum muslim juga di anjurkan untuk melaksanakan puasa sunat mulai tanggal 9 – 10 dan 11 muharram, karena puasa di tanggal tersebut menurut para ulama dapat menghapus dosa tahun lalu hingga ke tahun berikutnya.

Makna Asyura dan sejarahnya sangat panjang, Di kutip dari Laman web https://fahmina.or.id/, Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh. Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas wafatnya Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 Hijriah yakni tahun 680 masehi . Akan tetapi, sebagian umat Islam meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Allah karena kaum Bani Israil sudah terbebas dari Fira’un. Menurut riwayat, Nabi Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan meminta para sahabat untuk berpuasa. Dalam riwayat lain Beliau berkeinginan berpuasa mulai hari kesembilan, namun keinginan Beliau belum terlaksana karena Beliau wafat.

Pada masa pra-Islam, ‘Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut ‘Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran.

 

Dalam sejarah Arab, hari Asyura adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.

Sebelum Islam, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura – bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi. Saat itu, Nabi Muhammad menyatakan bahwa Muslim lebih berhak dari Yahudi berpuasa pada hari-hari itu.

Sumber : https://www.gemadarussalam.com/2020/08/peringatan-hari-asyura-di-rensing-bat.html