RENSING BAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan potensi lokal. Pada Selasa, 27/02/2026, mereka sukses menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi (Silase) yang bertempat di Kantor Desa Rensing Bat.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kepala Desa Rensing Bat, jajaran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga desa lainnya, Kepala Wilayah (Kawil), perangkat desa, serta puluhan peternak setempat yang antusias menyerap ilmu baru demi keberlangsungan ternak mereka.
Program ini tidak muncul begitu saja. Ketua KKN PMD Desa Rensing Bat, Haris Setiyo Adi menjelaskan bahwa inisiatif pembuatan pakan fermentasi ini merupakan hasil dari observasi lapangan yang mendalam.
"Kegiatan ini kami laksanakan setelah melakukan survei lapangan dan melihat kebutuhan mendesak para peternak. Tujuan utama kami adalah memberikan wawasan dan solusi konkret mengenai penyediaan pakan ternak, terutama sebagai cadangan di musim kemarau saat hijauan segar sulit didapatkan," ujar Haris dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah desa serta masyarakat petani dan peternak yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat.
Kepala Desa Rensing Bat menyambut hangat inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa. Menurutnya, edukasi mengenai pakan ternak khususnya untuk hewan ruminansia sangat krusial bagi warga Rensing Bat yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan peternakan.
"Ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Mahasiswa KKN Unram telah berhasil menghadirkan edukasi yang tepat sasaran bagi masyarakat desa kami, khususnya para peternak. Dengan teknik fermentasi ini, peternak tidak perlu lagi khawatir akan kekurangan pakan berkualitas meskipun cuaca sedang tidak menentu," ungkap Kepala Desa Rensing Bat.
.jpg)
Dalam pelatihan tersebut, para mahasiswa mempraktikkan cara mengolah bahan pakan ternak agar memiliki daya simpan yang lama namun tetap mengandung nutrisi tinggi. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam pelatihan meliputi, Memanfaatkan limbah pertanian atau hijauan melimpah untuk difermentasi, sehingga mengurangi biaya pembelian pakan tambahan. Melalui proses fermentasi yang tepat (silase), pakan dapat disimpan dalam waktu lama sebagai cadangan pangan ternak di masa sulit. Proses fermentasi membantu meningkatkan palatabilitas (rasa yang disukai ternak) dan kemudahan penyerapan nutrisi oleh hewan ruminansia.
Kegiatan ditutup dengan sesi demonstrasi langsung yang diikuti dengan tanya jawab interaktif. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi para peternak di Desa Rensing Bat untuk mulai menerapkan teknologi pertanian dan peternakan yang lebih modern dan mandiri.
Acara juga ditutup dengan Durprise dengan menjawab pertanyaan yang diajukan Mahasiswa KKN, yang bisa menjawab tepat diberikan hadiah berupa satu buah sabit. Ada 4 pertanyaan berhadiah yang diajukan menambah meriah acara tersebut.